Netral - Pelangi
Kulihat pelangi
Di pagi hari
Kurindukan kekasih
Untuk kembali
Pelangi engkau pelangi
Sampaikan salamku ini
Kepada kekasih hati
Pada siapa kuberjanji
Betapa pagi ini indah berseri
Andaikan hidup ini terus begini
Pelangi engkau pelangi
Luluskan pintaku ini
Dubstep Drumline of the Day: The Princes of Pen-Based Percussion Shane Bang and Kevin Ke do a decent dubstep beat with nothing but a few common school supplies.
As for the lack of a drop, says Shane: ” i apologize on behalf of my plastic ruler. it tried its best.”
[bangshane.]
wew
A practice sketch I made. You can see that I still don’t have the proper skill, but hey, progress is a progress. Hope I can get better soon enough
I wish studying chemistry and physics were as easy as learning magic spells on Skyrim
Fuck
It’s a pretty sunny day in chinese new year. Kinda absurd but i like it. When I was having breakfast with my friend ( i know you’re reading it know, dude haha ) I saw this two beautiful trees. I love tall trees, they always take my breath away. But this time, I saw them like two enemies, fighting to take over the sky.
Just another beautiful day in Bandung.
good for an album cover
pikiran melayang kemana-mana, layaknya time-travelling. berpindah dari masa lalu ke masa depan. perutku terasa mual. perjalanan ini membuatku takut, sangat takut. pergi ke masa lalu memang membawa nuansa nostalgia tersendiri, mengingat-ingat kembali kejadian yang membuat aku dan teman-teman tertawa dan tersenyum. namun kini aku sendiri terdiam, membawaku ke perjalanan fana ke masa depan. hasilnya? sangat menyeramkan.
aku memang tidak suka masa depan. masa depan bagaikan bermain russian roulette, apa pun bisa terjadi, di saat yang tidak terduga. tidak terduga, itulah yang aku benci dari masa depan. masa depan itu seperti penjual permen yang menawarkan narkoba, ada kemungkinan manis di awal, hancur di akhir. tergantung bagaimana kita mengantisipasinya.
maka dari itu, aku lebih suka masa sekarang, ketika waktu berjalan beriringan dengan kita. ketika kita bisa menikmati apa yang ada, bagai tidak ada esok hari. terkadang aku bermimpi semoga masa kini tidak berakhir, namun waktu terus berjalan kawan
tapi kini aku bercermin, melihat diriku sendiri. aku telah menjadi orang yang terjebak di masa kini, ketika orang lain sudah mulai berani menghadapi masa depan. mereka persiapkan diri mereka untuk memerangi segala kemungkinan yang ada. aku tertinggal.
“matilah aku.” adalah satu-satunya hal yang terpintas
pernahkah kalian berpikir, bahwa masa depan mungkin tidak akan seperti yang kalian harapkan? hal itulah yang menghantuiku. melihat diriku sekarang, mungkin masa depan akan melahapku bulat-bulat. aku sedang bersikap realis, mungkin sebagian akan menganggapku pesimis. tapi memang realis dan pesimis hanya dibatasi garis tipis, tergantung perspektif kita yang melihatnya seperti apa.
walaupun begitu, aku tetap memiliki teman yang selalu disampingku ketika menghadapi masa depan: mimpi. mimpiku tinggi, mungkin terlalu tinggi, namun cukup untuk membantu. lagipula, mimpi tidak akan menjatuhkan kita ketika kita jatuh. kemungkinannya hanya dua: mimpi akan menggapai kita lagi, atau kita yang melepaskan genggamannya, jatuh ke dalam gelapnya keputusasaan
maka dari itu, mimpi, tolong dorong aku lebih jauh lagi