Not Part of Your Usual System

Thank you for spending your time to see what I saw, to hear what I heard, and to read what I wrote

random

pikiran melayang kemana-mana, layaknya time-travelling. berpindah dari masa lalu ke masa depan. perutku terasa mual. perjalanan ini membuatku takut, sangat takut. pergi ke masa lalu memang membawa nuansa nostalgia tersendiri, mengingat-ingat kembali kejadian yang membuat aku dan teman-teman tertawa dan tersenyum. namun kini aku sendiri terdiam, membawaku ke perjalanan fana ke masa depan. hasilnya? sangat menyeramkan.

aku memang tidak suka masa depan. masa depan bagaikan bermain russian roulette, apa pun bisa terjadi, di saat yang tidak terduga. tidak terduga, itulah yang aku benci dari masa depan. masa depan itu seperti penjual permen yang menawarkan narkoba, ada kemungkinan manis di awal, hancur di akhir. tergantung bagaimana kita mengantisipasinya.

maka dari itu, aku lebih suka masa sekarang, ketika waktu berjalan beriringan dengan kita. ketika kita bisa menikmati apa yang ada, bagai tidak ada esok hari. terkadang aku bermimpi semoga masa kini tidak berakhir, namun waktu terus berjalan kawan

tapi kini aku bercermin, melihat diriku sendiri. aku telah menjadi orang yang terjebak di masa kini, ketika orang lain sudah mulai berani menghadapi masa depan. mereka persiapkan diri mereka untuk memerangi segala kemungkinan yang ada. aku tertinggal.

“matilah aku.” adalah satu-satunya hal yang terpintas

pernahkah kalian berpikir, bahwa masa depan mungkin tidak akan seperti yang kalian harapkan? hal itulah yang menghantuiku. melihat diriku sekarang, mungkin masa depan akan melahapku bulat-bulat. aku sedang bersikap realis, mungkin sebagian akan menganggapku pesimis. tapi memang realis dan pesimis hanya dibatasi garis tipis, tergantung perspektif kita yang melihatnya seperti apa.

walaupun begitu, aku tetap memiliki teman yang selalu disampingku ketika menghadapi masa depan: mimpi. mimpiku tinggi, mungkin terlalu tinggi, namun cukup untuk membantu. lagipula, mimpi tidak akan menjatuhkan kita ketika kita jatuh. kemungkinannya hanya dua: mimpi akan menggapai kita lagi, atau kita yang melepaskan genggamannya, jatuh ke dalam gelapnya keputusasaan

maka dari itu, mimpi, tolong dorong aku lebih jauh lagi

  1. rvinisnobody posted this